<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>All Posts - kowan's note</title><link>https://kuwali.github.io/posts/</link><description>All Posts | kowan's note</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>en</language><managingEditor>kustiawanto.halim@gmail.com (Kustiawanto Halim)</managingEditor><webMaster>kustiawanto.halim@gmail.com (Kustiawanto Halim)</webMaster><lastBuildDate>Wed, 05 Apr 2017 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://kuwali.github.io/posts/" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Best Practice Testing using Sinon.js</title><link>https://kuwali.github.io/best-practice-testing-using-sinon-js/</link><pubDate>Wed, 05 Apr 2017 00:00:00 +0000</pubDate><author>kustiawanto.halim@gmail.com (Kustiawanto Halim)</author><guid>https://kuwali.github.io/best-practice-testing-using-sinon-js/</guid><description><![CDATA[<p>Sinon.js adalah tools yang sangat bermanfaat apabila kita ingin melakukan unit test untuk Java Scripts. Sinon menyediakan fitur untuk melakukan Spies, Stubs, dan Mock. Apa saja itu? Mari kita bahas lebih lanjut.</p>
<p></p>
<h1 id="penganta"><a href="#Pengantar" rel=""></a>Penganta</h1>
<p>r</p>
<p>Membuat testing code dengan menggunakan banyak sekali functional lain seperti Ajax, networking, database, dan dependency lainnya tentu saja akan sangat sulit. Misalnya saja apabila aplikasi kita melakukan perintah Ajax atau networking lainnya, kita harus memastikan server yang akan memberikan response pada request kita. Selain itu penggunaan database harus dipastikan bahwa database kita sudah siap untuk memberikan data. Hal ini berarti test yang dibuat akan semakin sulit karena kita harus mempersiapkan environment agar test berjalan lancar.</p>]]></description></item><item><title>Kenapa menggunakan TDD?</title><link>https://kuwali.github.io/kenapa-menggunakan-tdd/</link><pubDate>Wed, 22 Mar 2017 00:00:00 +0000</pubDate><author>kustiawanto.halim@gmail.com (Kustiawanto Halim)</author><guid>https://kuwali.github.io/kenapa-menggunakan-tdd/</guid><description><![CDATA[<p>Test Driven Development atau TDD (<a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0321146530/ambysoftinc" target="_blank" rel="noopener noreffer ">Beck 2003</a>;<a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0131016490/ambysoftinc" target="_blank" rel="noopener noreffer ">Astels 2003</a>) adalah sebauh pendekatan pengembangan yang mengkombinasikan pembuatan test-first development dan refactoring.</p>
<p>Test-first development adalah disaat kita membuat test terlebih dahulu sebelum membuat kode yang bisa memenuhi test tersebut. Lantas apa yang menjadi tujuan utama dari TDD? Yang menjadi tujuan utama dari TDD adalah spesifikasi dan bukan validasi (<a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0135974445/ambysoftinc" target="_blank" rel="noopener noreffer ">Martin, Newkirk, and Kess 2003</a>). Dalam kata lain, kita harus memikirkan dengan baik mengenai requirement dan design yang ada sebelum masuk kedalam tahap functional. TDD sebenarnya tidak hanya berbicara masalah test tetapi juga berbicara masalah bagaimana menulis code dengan baik, mengikuti kaidah<a href="https://medium.com/auto-personalia/one-does-not-simply-write-clean-code-on-the-first-try-7bc62630ac34#.os6mzafw3" target="_blank" rel="noopener noreffer ">clean code</a>(Tulisan ini sudah dibuat oleh<a href="https://medium.com/@bmwiputri" target="_blank" rel="noopener noreffer ">Brigita Maria Wiputri</a>).</p>]]></description></item><item><title>Git, Kenapa?</title><link>https://kuwali.github.io/git-kenapa/</link><pubDate>Tue, 21 Mar 2017 00:00:00 +0000</pubDate><author>kustiawanto.halim@gmail.com (Kustiawanto Halim)</author><guid>https://kuwali.github.io/git-kenapa/</guid><description><![CDATA[<p>Apa sih yang membuat Git berbeda dengan Version Control yang lainnya?</p>
<p>Perbedaan antara Git dengan VCS lainnya terlihat pada data apa yang disimpan sebagai pencatatan perubahan file. Pada VCS yang lainnya, data akan disimpan berupa list dari perubahan file-based. Maksudnya adalah sistem ini akan menyimpan informasi berupa sekumpulan file lalu perubahan apa saja yang kita lakukan terhadap file tersebut.</p>
<p></p>]]></description></item><item><title>Version Control, Kenapa?</title><link>https://kuwali.github.io/version-control-kenapa/</link><pubDate>Tue, 21 Mar 2017 00:00:00 +0000</pubDate><author>kustiawanto.halim@gmail.com (Kustiawanto Halim)</author><guid>https://kuwali.github.io/version-control-kenapa/</guid><description><![CDATA[<p>Pada judul dari blog ini sengaja digunakan kata tanya kenapa. Lalu kenapa? Kenapa Version Control? Dalam post kali ini saya akan mencoba menjelaskan kenapa dan ada apa dengan Version Control.</p>
<p></p>
<h1 id="versio"><a href="#Version-Control-itu-apa" rel=""></a>Versio</h1>
<p>n Control itu apa?</p>
<p>Version control sejatinya adalah sistem yang dapat menyimpan perubahan yang dilakukan terhadap suatu file ataupun sekumpulan file, sehingga kita dapat melakukan mengatur versi dari file tersebut. Maksudnya seperti apa? Secara sederhana kita dapat menganggap Version Control adalah sistem yang akan mencatat setiap perubahan yang kita lakukan terhadap file yang ada, lalu dengan adanya catatan ini, kita dapat menggunakannya untuk merubah versi file yang ada (seperti kembali ke versi sebelumnya).</p>]]></description></item><item><title>Migration Script menggunakan [Umzug] untuk [Sequelize]</title><link>https://kuwali.github.io/migration-script-menggunakan-umzug-untuk-sequelize/</link><pubDate>Tue, 07 Mar 2017 00:00:00 +0000</pubDate><author>kustiawanto.halim@gmail.com (Kustiawanto Halim)</author><guid>https://kuwali.github.io/migration-script-menggunakan-umzug-untuk-sequelize/</guid><description><![CDATA[<p>Migration script adalah script yang digunakan untuk memudahkan kita dalam melakukan migrasi baik berupa environment atau hanya sekedar database. Dalam studi kasus PPL kali ini, kelompok kami hanya akan melakukan migrasi database. Walaupun terkesan sederhana tetapi migration script sangat bermanfaat dan bisa memudahkan pekerjaan.</p>
<h1 id="migratio"><a href="#Migration-Script-itu-apa" rel=""></a>Migratio</h1>
<p>n Script itu apa?</p>
<p>Secara sederhana, migration script dapat membantu kita untuk melakukan migrasi, bisa berupa perubahan versi aplikasi ataupun pindah server. Ilustrasi sederhana yang dapat menggambarkan migration script adalah pindah rumah. Pada saat pindah dari rumah, maka kita akan berkemas untuk memindahkan barang-barang yang ada di dalam rumah kita untuk dipindahkan ke rumah yang baru. Bayangkan proses memindahkan barang-barang yang ada, hingga pemasangan di rumah yang baru dilakukan oleh sebuah migration script sehingga mempermudah kita dalam pindah rumah.</p>]]></description></item></channel></rss>